Sabtu, 16 Mei 2015

 
Art nouveau, istilah dalam Bahasa Prancis yang bermakna identik dengan ”new art”, merupakan langgam dan filosofi internasional di bidang senirupa dan desain terapan yang pernah begitu populer di Eropa dan Amerika sejak tahun 1880 hingga menjelang berkecamuknya Perang Dunia I.

Pengertian serupa dengan istilah berbeda dijumpai di berbagai negara Eropa, seperti: jugendstil (Jerman), modernisme (Spanyol), modern (Rusia), secession (Austria dan Hongaria), serta liberty stile (Italia).

Istilah art nouveau sendiri muncul pertama kali sekitar tahun 1880-an di L’Art Moderne, sebuah jurnal terbitan Belgia, untuk menggambarkan hasil karya Les Vingt, sebuah komunitas pelukis dan pematung yang berupaya untuk melakukan reformasi melalui seni.

Gerakan art nouveau mulai dikenal di Paris, saat budaya café menjadi gaya hidup dominan. Kala itu, sebagian besar orang menghabiskan waktu untuk bersantai di luar rumah, nongkrong di teras-teras café, menonton pertunjukan tari, pergi ke teater dan menikmati berbagai kemegahan gaya hidup perkotaan modern.

Gerakan ini muncul sebagai bentuk pendobrakan terhadap kecenderungan seni yang bersifat eksklusif yang berkembang di era sebelumnya. Wujudnya terinspirasi oleh struktur dan bentuk-bentuk alami sebagai upaya untuk menemukan keseimbangan antara seni dan alam yang disalurkan dengan pendekatan dekoratif.

Art Nouveau dikembangkan oleh generasi seniman yang brilian dan penuh energi yang berupaya untuk mem-fashion-kan bentuk seni yang sesuai dengan zaman modern.

Dalam banyak hal, art nouveau juga sering dipandang sebagai respon kreatif terhadap Revolusi Industri (1750-1850), dimana para seniman menyambut kemajuan teknologi dan menemukan peluang estetik dari berbagai material baru, sembari menyesalkan kualitas estetik dari berbagai benda baru yang diproduksi secara massal.

Tujuannya adalah untuk mengangkat potensi seni dekoratif yang diterapkan dengan standar keahlian tinggi bagi rancangan berbagai benda dalam kebutuhan sehari-hari.

Para seniman dan desainer art nouveau juga meyakini bahwa karya seni harus dilahirkan secara total, dimana unsur-unsur dan prinsipnya harus diterapkan secara harmonis dalam berbagai rancangan, mulai dari bangunan, furnitur, tekstil, busana, perhiasan, kerajinan, dan beragam produk lainnya.

Dan akhirnya, lebih dari sekedar seni, art nouveau kemudian berkembang dan menjelma menjadi filosofi, meski pada saat yang sama juga menandai awal reproduksi seni secara massal dan secara komersial dapat dijangkau oleh siapa saja.

Dengan falsafah keseimbangan antara seni dan alam kekayaan sekitarnya, art nouveau menggoreskan garis dan pola rancangan yang mengalir alami. Sulur-sulur mengular, lengkungan, garis-garis organik yang tegas, kompoisisi asimetrik serta pola yang berkelak-kelok pun menjadi ciri khas penanda gaya ini.

Ungkapan ini menjadi metafora untuk kebebasan dan pelepasan diri dari kungkungan tradisi sekaligus menunjukkan harapan dan gagasan-gagasan kritis.

Dalam perkembangannya, gaya art nouveau banyak diterapkan dalam berbagai rancangan, mulai dari arsitektur, seni patung, seni kaca, perhiasan, keramik, hingga desain perangkat rumah tangga.

Namun yang paling mudah diamati dan dinikmati secara meluas adalah terapannya dalam bidang grafis, salah satunya poster-poster yang terbit di awal abad ke-20.

Belakangan, karya-karya garfis ini banyak digemari sebagai barang seni collectable yang bernilai tinggi. Karya reproduksinya pun banyak dicari. Di kalangan pemburu karya grafis antik bergaya art nouveau, nama-nama seperti Alfons Maria Mucha, Henri Privat-Livemont, atau Eugene Grasset, menjadi jaminan bagi karya seni dari masa lalu yang layak untuk dikoleksi.

Alfons Maria Mucha (1860-1939) adalah salah satu seniman dekoratif ternama asal Ceko yang dikenal produktif dengan gaya lukisan art nouveau yang terbilang unik, dalam bentuk poster reklame, lukisan, ilustrasi, kartupos, dan beragam rancangan grafis lainnya.

Salah satu rancangan posternya yang begitu terkenal adalah reklame kertas sigaret ‘Job’ (1898). Poster ini menampilkan sosok perempuan berambut ikal dengan sebatang rokok yang asapnya bergulung di sekeliling kepalanya. Bentuk-bentuk kurva dan gumpalan rambut ikal yang begitu ekstrim itu menjadi pola yang banyak ditiru oleh seniman lainnya kala itu, yang secara satir sering dikomentari sebagai ‘makroni ala Mucha’.

Tokoh lainnya adalah Henri Privat-Livemont (1861-1936). Seniman Belgia ini begitu dikenal dengan poster-posternya yang bergaya art nouveau. Dengan klien perusahaan-perusahaan di Perancis, Belgia dan Amsterdam, Livemont menciptakan berbagai poster reklame untuk produk sehari-hari seperti teh, coklat, kopi, parfum, jamu, biskuit dan ragam sejenisnya.

Salah satu poster karya Livemont yang banyak dikenal dan menjadi incaran para kolektor adalah reklame “Biscuits Chocolat Declare” (1896).

Livemont juga menjadi desainer untuk Cacao & Chocolaad “A. Driessen”, perusahaan coklat Belanda yang pernah menerbitkan seri kartu coklat “Wereld-Panorama ‘A. Driessen’ : extra serie Nederlandsch Oost-Indië”. Seri ini menampilkan sejumlah foto yang mengabadikan suasana di Hindia Belanda sekitar tahun 1920 hingga 1930an dalam bingkai dekoratif bergaya art nouveau.

Sementara Eugene Grasset (1844-1917) adalah seniman Swiss yang sering disebut sebagai ‘Father of Art Nouveau’ karena buah karya serta upayanya untuk mendidik para seniman dan arsitek pada jamannya.

Kepiawaian khas Grasset adalah mengajarkan ilmu tentang seni dekoratif dan mewujudkannya dalam berbagai bentuk karya seperti furniture, poster, ilustrasi, seni sampul buku, renda, kertas pelapis dinding, kain, karpet, keramik, kaca patri, perhiasan, kalender, tipografi, hingga perangko.

Karya grafis bergaya art nouveau lainnya yang sangat dikenal dunia adalah poster Olimpiade 1912 di Stockhom, Swedia, yang diciptakan oleh Olle Hjortzberg (1872-1959).

Poster ini menggambarkan seorang sejumlah atlet dengan pose klasik ala Yunani Kuno dengan lilitan pita dan bendera dari berbagai negara untuk menghilangkan kesan nudis.

Pola lengkung dan garis-garis yang mengalir dari pita dan bendera dengan kental menunjukkan ciri khas gaya art nouveau. Ciri lainnya adalah pola asimetris, garis yang tegas, warna kalem dan manipulasi estetik dari benda-benda biasa, dalam hal ini pita dan bendera yang berpilin bagai rambatan bunga. Olimpiade 1912 adalah kali pertama dimana pesta olahraga antar bangsa ini mulai memiliki poster resmi.

Sumber: Kabare Magazine edisi September 2013 (Teks: Agus Yuniarso).
Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement

Subscribe
Boleh Juga Inc.