468x60bannerad

Selasa, 06 Juni 2017

Sendhang Kasihan, Situs Pemandian Ni Pembayun



Sekitar 2 kilometer di sebelah barat Pabrik Gula Madukismo, terdapat sebuah situs cagar budaya dalam bentuk kolam air atau sendhang, yang oleh masyarakat sekitar dikenal dengan nama Sendhang Kasihan. Tepatnya, situs ini berada di Dusun Kasihan, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul.

Sendhang Kasihan berada dalam sebuah kompleks yang dikelilingi tembok setinggi 2 meter, dilengkapi dengan gapura yang menjadi pintu masuk. Sebuah masjid berdiri di sisi barat daya sendhang.

Konon, asal usul sendhang ini berkaitan dengan salah satu dari sekian banyak riwayat Sunan Kalijaga. Dipercaya, mata air ini berasal dari tongkat yang ditancapkan Sunan Kalijaga, disaat mencari sumber air untuk bersuci.

Versi lain yang lebih populer berkaitan dengan kisah Ni Pembayun, putri Panembahan Senopati, dikala menyamar sebagai “ ledhek “ untuk memperdaya Ki Ageng Mangir Wonoboyo, musuh ayahandanya. Ni Pembayun singgah dan mandi di sendhang ini atas petunjuk para sesepuh.

Berkat khasiat air sendhang, Ni Pembayun menjadi semakin cantik memesona dan berhasil memikat Ki Ageng Mangir Wonoboyo. Setelah sekian lama diperistri Ki Ageng Mangir Wonoboyo, akhirnya Ni Pembayun berhasil membawanya menghadap Panembahan Senopati.

Sendhang Kasihan dengan mata airnya yang tidak pernah kering, berbentuk oval membujur ke arah barat, dengan garis tengah sekitar 25 meter. Di sekelilingnya terdapat pilar-pilar pagar setinggi lebih dari satu meter.

Dua buah tangga di sisi utara dan selatan menjadi jalan masuk menuju permukaan air sendhang. Tersedia juga bangunan yang berfungsi sebagai ruang ganti, serta sebuah pesanggrahan bagi pengunjung yang hendak bermalam.

Di sebelah timur sedhang terdapat sebuah pohon Gayam yang telah berumur ratusan tahun yang cabang dan rantingnya memperteduh suasana sendhang, sementara sebuah pohon Soka tua merindangi sisi barat sendhang. Di bawahnya terdapat 2 buah arca yang ditemukan pada tahun 1923. Salah satunya berbentuk Ganesha.

Masyarakat sekitar mengenal arca yang dikeramatkan ini dengan sebutan Betara Guru dan Betara Narada. Adanya kedua arca ini memunculkan dugaan bahwa Sendhang Kasihan dahulu merupakan tempat suci umat Hindu.
Copyright © Galeri Agus Yuniarso - Except where otherwise noted, content on this site is licensed under Creative Commons license.